Rovenolia Dheasy Ngongo

Rovenolia Dheasy Ngongo

Sumba Sabu,,, staf Puskesmas Oepoi-Kota Kupang dari 2009.

Website URL: http://puskoep.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

"KEPO" ala Puskesmas Oepoi

Jumat, 27 Juli 2018 06:19
K : Kooperatif E : Edukasi P: Promosi O : Observasi dan evaluasi

Pelayanan ini mencakup:

  • Pendidikan kesehatan : KIE dan penyuluhan di sekolah
  • Pelayanan kesehatan seperti HIV, pengobatan IMS dan penyakit lainnya
  • ANC terpadu  untuk ibu hamil remaja
  • Pelayanan KB untuk remaja
  • Pelatihan  konselor sebaya (oleh dinkes)
  • Pelayanan kesehatan oleh dokter psikologis dan psikiater di sekolah

 

 Senyum bayi sangat menggoda, apalagi jika bayi sudah mulai tumbuh gigi. Senyum ceria yang dipancarkan bayi anda akan menambah kebahagian anda sebagai orang tua. Sebaiknya anda melakukan perawatan untuk menjaga kesehatan gigi anda. Perawatan gigi pada bayi dapat dimulai pada saat pertama kali tumbuh gigi susu, yaitu pada usia bayi memasuki bulan keenam, perawatan yang dilakukan dapat melalui dua cara yaitu perawatan gusi dan perawatan gigi bayi.

 

Salah satu yang sering kali dilupakan adalah merawat gusi pada bayi. Gusi merupakan bagian mukosa mulut yang terdiri dari jaringan ikat, sebagai tempat akar gigi menempel. Gusi yang sehat dapat mendukung kesehatan anak anda, tanda tanda gusi yang sehat diantaranya berwarna merah muda, permukaan gusi tidak rata melainkan terdapat bintik bintik, bagian tepi gusi tidak mengalami pembengkakan, dan juga gusi tidak mudah berdarah.

 

Untuk menjaga gigi dan gusi anak agar tetap sehat, kita dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Hindari atau kurangi makanan manis

Memakan banyak makanan atau minuman yang manis, misalnya tebu, permen, es krim, soft drink, kopi, teh dan lain-lain, dapat menyebabkan mempercepat pembusukan gigi. Jangan biasakan memberikan makanan manis atau soft drink pada anak-anak jika anda ingin anak anda memiliki gigi yang sehat.

  1. Sikat gigi setiap hari

Menyikat gigi secara rutin setiap hari, minimal 2 kali sehari, dan segeralah menyikat gigi setelah anak selesai memakan makanan atau minuman yang manis. Mulailah menyikat gigi anak anda ketika giginya telah mulai tumbuh, selanjutnya ajarkan pada anak untuk menyikat gigi sendiri, awasi caranya agar benar.

  1. Tambahkan fluoride

Di beberapa daerah di mana tidak terdapat cukup fluoride secara alami di dalam makanan atau sumber airnya, menambahkan fluoride dapat membantu mencegah gigi berlubang. Saat ini fluoride cukup mudah ditemukan, karena terdapat hampir dalam setiap pasta gigi yang tersedia di pasaran.

  1. Batasi menggunakan botol susu pada bayi

Menghisap terus-menerus pada botol akan menggenangi gigi bayi dengan cairan manis dan hal ini dapat menyebabkan kerusakan dini pada gigi bayi anda. Kalau memungkinkan hindari penggunaan botol dalam pemberian susu untuk bayi anda.

Apa itu rubella? Penyakit rubella adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit rubella ini juga dikenal sebagai campak Jerman yang membuat penderitanya mengalami ruam merah dan suhu badan tinggi. Penyebab rubella adalah virus. Virus rubella ini menyebar melalui droplet bersin atau ingus orang yang terinfeksi oleh penyakit rubella atau campak Jerman ini.

Kesehatan gigi dan mulut adalah sangat penting karena gigi dan gusi yang rusak dan tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan dan dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Mulut merupakan suatu tempat yang sangat ideal begi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan bertambah banyak dan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket dan tidak berwarna. Plak merupakan tempat pertumbuhan ideal bagi bakteri yang dapat memproduksi asam. Jka tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.

Serba Serbi Pelayanan Puskesmas Oepoi

Kamis, 26 Juli 2018 04:06

Pelayanan baik yang dilakukan oleh Puskesmas Oepoi yang terletak di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang  menuai pujian dari setiap pasien yang datang memeriksakan kesehatannya.

Setiap hari kerja Puskesmas Oepoi banyak di datangi pasien. Mereka kebanyakan warga Kelurahan Oebufu, kecamatan Oebobo.

Salah satu pasien yang memuji pelayanan Puskesmas Tn Peterson  (43). Hari ini ia mengantar istri untuk Memeriksakan Kehamilan dan berobat anaknya yang sakit di Puskesmas Oepoi.

“Setiap ada keluarga yang sakit, saya langsung ke sini karena memang rumah saya dekat dengan Puskesmas Oepoi, pelayanan dokternya baik dan peduli sama pasien,” ujar Pak Peter  pada saat ditemui di ruang tunggu Puskesmas Oepoi, Jum’at (23/7/2018).

Ia melanjutkan, Puskesmas itu selalu menjadi pilihan pertamanya saat keluarganya sakit. Salah satu hal yang disukainya dari dokter yang bertugas di Puskesmas Oepoi adalah selalu memberikan pelayanan yang ramah, penjelasan dengan lengkap kepada pasien dan diakhiri dengan senyuman.

“Malah kalau kita sudah selesai berobat, mereka yang bertanya kembali ada lagi yang mau ditanyakan. Jadi kita sebagai pasien puas konsultasinya,” jelas Pak Peter

Ketika ditanya apa yang harus dibenahi di Puskesmas Oepoi, Peter terdiam sesaat seolah ada yang dipikirkan. Kemudian ia sampaikan yang harus dibenahi jumlah pegawai loket.

“Perlu ditambah lagi jumlah pegawai loket yang pertama kali melayani pasien, agar pasien tidak terlalu lama menunggu. Tapi selebihnya semuanya sudah bagus tinggal dipertahankan dan ditingkatkan,” tutur Peter.

Hal yang sama disampaikan oleh Rendi (20) yang menyampaikan kesannya ketika masuk ke Puskesmas Oepoi. Ia mengaku senang karena dilayani dengan baik, bukan hanya oleh para dokter, melainkan juga oleh pegawai lainnya.

“Saya merasa puas atas pelayanan pegawai dan dokter Puskesmas ini, karena semuanya ramah, penampilannya rapi, dan ruangannya juga bersih. Jadi kita juga merasa nyaman,”